JENIS JENIS TANAMAN LEGUMINOSA


Kemampuan dalam mengikat Nitrogen (N) di udara dengan ditandai adanya bintil-bintil di perakaran merupakan ciri khas dari tanaman leguminosa atau legum. Terdapat dua jenis tanaman legm, yaitu legum semak (herba) dan legum perdu (pohon) yang membentuk pohon dan berkayu.

Legum semak umumnya digunakan sebagai pupuk hijau (green manure) dan tanaman penutup tanah (cover crop). Sedangkan legum perdu digunakan untuk penahan angin. Legum perdu biasanya ditanam di bagian pinggir sawah sebagai pagar pembatas. Kedua jenis legum tersebut memiliki kemampuan dalam memfiksasi N di udara dengan sangat efisien.

Nitrogen yang difiksasi oleh legum akan mulai tersedia di tanah dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain setelah perakaran legum terurai. Waktu yang dibutuhkan juga bervariasi, mulai dari 2-4 minggu setelah pemotongan legum. Untuk mendapatkan kandungan N yang maksimal, pemotongan dilakukan pada saat tanaman legum memasuki fase pertumbuhan generatif.

Saat legum mulai berunga, kandungan N dalam perakaran legum mencapai puncaknya. Selain itu rasio C (Karbon) dan N (Nitrogen) dalam tanaman juga rendah. Dengan keadaan tersebut, ketika tanaman legum dipotong maka bagian tanaman legum mulai dari daun, batang, bunga dan akar akan sangat mudah terurai dan menjadi sumber hara makro dan mikro bagi tanaman selanjutnya.

Berikut akan kami jabarkan jenis-jenis tanaman legum dan cara cara tanamnya.

Legum herba


Legum herba yang paling populer ditanam sebagai pupuk hijau dan mulsa organik diantaranya; Alfalfa (Medicago sativa L.), kembang telang (Clitoria ternatea), kacang sentro (Centrosema pubescens) dan kacang kedelai (Glycine max L.). Ketiga jenis legum tersebut memiliki kemampuan memfiksasi Nitrogen yang tinggi sekaligus mudah dalam hal penanaman maupun perawatan.

Selain itu leguminosa perdu juga memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan untuk campuran pakan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Bahkan beberapa peternakan di Australia, Amerika dan Eropa menggunakan pakan full grass feed, yaitu pakan yang diberikan 100% hijauan dan tidak ada campuran konsentrat. Dimana produk yang dihasilkan lebih sehat dan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan produk sejenis namun dengan menggunakan pakan konvensional atau campuran konsentrat.

Untuk meningkatkan kemampuannya dalam memfiksasi N di udara, maka perlu dilakukan inokulasi atau pemberian pupuk yang mengandung bakteri rhizobium sp pada biji. Saat ini sudah banyak berbagai pupuk rhizobium yang bisa kita dapatkan di toko pertanian maupun di toko online.

Cara menanam legum herba


Untuk meningkatkan daya kecambah biji legum dan efisiensi penggunaan biji, maka dilakukan penanaman di seed tray terlebih dahulu. Cukup dengan mengisi seed tray dengan pupuk kompos, tanam 2 biji legum ditiap lubang seed tray, siram dengan air secukupnya. Jangan melakukan penyiraman susulan hingga biji legum berkecambah. Hal ini dikarenakan biji legum sangat mudah rusak apabila kondisi media terlalu basah.

Apabila benih legum telah tumbuh 4-5 helai daun, tanaman siap dipindah ke lahan. Siapkan lubang tanam dengan ukuran 10X10X10 cm. Jarak antar lubang tanam 25X35 cm. Isi lubang tanam dengan pupuk kompos setengah bagian. Lepaskan benih legum dari seed tray dengan perlahan, usahakan untuk tidak merusak perakaran legum. Letakkan benih di lubang tanam, tutup dengan pupuk kompos, padatkan tanah dengan menekan tanah sekitar tanam secara perlahan kemudian siram dengan air secukupnya.

Setelah tanaman legum berumur 40 hari atau mulai berbunga, lakukan pemotongan dengan menggunakan cangkul tanaman hingga menyentuh tanah, sehingga seluruh bagian tanaman legum kecuali akar akan terpotong. Biarkan potongan tanaman legum tersebut terurai di permukaan tanah secara alami. Bagian legum yang tidak terurai nantinya akan berfungsi sebagai mulsa organik.

Beberapa keuntungan yang kita dapatkan dari sistem ini adalah : meningkatkan kandungan hara makro dan mikro dalam tanah dengan jumlah besar. Meningkatkan kemampuan serapan air di permukaan tanah. Mulsa organik dari tanaman legum yang tidak terurai akan menjaga tanah tetap lembab, meningkatkan kandungan bahan organik serta mencegah tumbuhnya gulma dan mencegah erosi tanah.

Legum perdu


Tanaman legum perdu atau pohon yang sering kita jumpai di pematang sawah diantaranya gamal (Gliricidia sepium), lamtoro (Leucaena glauca), kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan pohon turi (Sesbania grandiflora). Semua jenis tanaman tersebut memiliki kandungan nutrien khususnya protein yang tinggi, sehingga sering digunakan sebagai campuran pakan.

Cara menanam legum perdu :
Penaman dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif atau melalui biji. Namun ada baiknya menanam dengan cara vegetatif seperti stek batang karena lebih mudah dan sifat tanaman akan sama dengan induknya.

Untuk penanaman legum perdu pertama adalah persiapan bibit. Bibit yang digunakan adalah batang yang telah berwarna kecoklatan dengan diameter batang sebesar pensil dengan panjang 15cm. Untuk mendapatkan hasil bibit yang berkualitas dan mengurangi resiko kegagalan dalam penanaman, ada baiknya untuk membudidayakan di polybag terlebih dahulu.

Siapkan polybag ukuran 20x30cm. Isi dengan pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Tancapkan potongan batang legum perdu di campuran tanah dan kompos. Siram dengan air secukupnya. Setelah tanaman berumur 2-3 bulan, bibit siap dipindah ke lahan.

Siapkan lubang tanam dengan ukuran 30X30X30 cm, isi dengan pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Untuk memicu pertumbuhan bintil akar sehingga tanaman legum mampu memfiksasi Nitrogen di udara, tambahkan pupuk rhizobium sebanyak ½ sendok makan ditiap lubang tanam. Jarak tanam antar benih yang ideal adalah 2X3 m atau 3X3 m.

Keluarkan benih legum dari polybag dengan cara memotong plastik polybag dengan perlahan menggunakan cutter atau gunting, usahakan untuk tidak merusak serabut akar tanaman. Setelah polybag terlepas, masukkan tanaman ke dalam lubang tanam, tutup dengan sisa campuran pupuk dan tanah yang telah diberi pupuk rhizobium. Padatkan tanah dengan menekan secara perlahan menggunakan tanam, kemudian siram dengan air secukupnya.
LihatTutupKomentar