Pencak Silat di Era Globalisasi

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena hal itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Kebanyakan sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Asal mula ilmu bela diri di Indonesia kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak. Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan.

Pencak silat merupakan seni bela diri bangsa Indonesia yang sudah turun temurun, dari guru ke muridnya. Hampir tiap daerah di nusantara memiliki tokoh pendekar silat kebanggaan. Pencak silat memiliki gerakan unik yang mengalir dengan koreografi layaknya tarian. Dalam tiap gerakan juga terkandung filosofi. Hal ini membuat pencak silat menjadi salah satu ilmu bela diri yang menarik minat dunia.

Di belahan dunia yang berbeda, berkembang juga berbagai jenis olahraga bela diri. Karate dari Jepang, Taekwondo dari Korea, Capoeira dari Brasil, serta Muay Thai dari Thailand merupakan beberapa contoh olahraga bela diri yang juga dikenal dan dipelajari di Indonesia. Globalisasi memberikan kemungkinan mudahnya pertukaran ilmu, termasuk ilmu bela diri. Sebagai generasi penerus, kamu mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan pencak silat. Salah satu caranya adalah dengan mempelajarinya. Teknik dasar Pecak Silat tersebut meliputi: Langkah, pasang, serangan dan belaan.

A. Langkah
Gerak langkah adalah teknik berpindah atau mengubah posisi disertai dengan kewaspadaan mental dan indera secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan (Favourable/condusive) dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan bagi kepentingan serangan dan belaan yang dilaksanakan secara taktis dan dalam pelaksanaannya selalu di kombinasikan dan di koordinasikan dengan sikap tangan.
  1. Pola langkah lurus dimulai dari salah satu kuda-kuda (kuda-kuda tengah) mulai melangkah dengan kaki, cara melangkah geseran dengan pola langsah lurus. Mulai bergerak dengan kaki kiri lurus berhenti dititik 1, geser kaki kanan lurus terus lewati titik 1 berhenti dititik 2, geser kaki kiri lewati titik 2 dan begitu seterusnya.
  2. Pola langkah zig zag merupakan salah satu langkah yang diambil kuda-kuda tengah. Pertama kaki kiri melangkah kedepan dengan bergeser kaki kiri kedepan kearah samping kiri, dan kemudian kaki kanan yang berada dibelakang juga ditarik kedepan kearah samping kanan. Dan begitu seterusnya hinga membentuk zig zag.
  3. Pola langkah segitiga dapat menggunakan kuda-kuda depan yang dilakukan dengan posisi pertama melakukan sikap pasang silat. Kemudian kaki kanan ditarik dengan bergeser kearah kanan, dilanjutkan langkah kearah depan atau titik depan tengah dengan kaki kiri. Kemudian ditarik kembali kaki kiri kebelakang kearah kiri atau dikembalikan kearah semula. Selanjutnya kaki kanan ditarik ke arah depan kanan atau titik tengah depan, kemudian kaki kanan ditarik kembali kebelakang atau ke posisi semula.
  4. Pola langkah U dapat dilakukan dengan menggunakan kuda-kuda tengah dengan pasang sikap pasang silat, kaki kiri digeser kearah kaki kanan dan dilanjutkan kearah depan sejajar. Kemudian kaki kiri dikembalikan kearah semula, sedangkan kaki kanan digeserkan kearah kaki kiri dan dilanjutkan kearah depan sejajar. Kemudian kaki kanan ditarik kebelakang kerah semula
  5. Pola Langkah Segi Empat dapat dilakukan dengan kuda-kuda tengah dengan pasang sikap pasang silat, kaki kiri ditarik dengan menggeser kearah kaki kanan. Kemudian kaki kiri digeser kearah depan sejajar lalu kaki kanan ditarik kearah kaki kiri dan ditarik kearah yang lurus, yaitu membentuk kuda-kuda tengah dari arah depan. Kaki kiri ditarik kearah kaki kanan dan dilangkahkan kearah depan dengan sejajar, bearti kaki kanan berada dibelakang kaki kiri dan kaki kanan ditarik kearah kaki, lalu menggeserkan kearah samping kanan, dengan membentuk kuda-kuda tengah  arah depan dan kembali kearah semula
  6. Pola Langkah Huruf S dengan kuda-kuda yang dipakai kuda-kuda tengah. Pertama kaki kiri ditarik dengan menggeserkan kearah kaki kanan, lalu dilanjutkan kearah depan dengan sejajar. Kedua kaki kanan yang berada dibelakang kaki kiri menggeserkan kaki kearah kaki kiri, dan lanjut menggeserkan kearah samping dengan membentuk kuda-kuda tengah menghadap depan dan kemudian kaki kiri ditarik kearah kaki kanan dan dilanjutkan menggeser kearah depan yaitu arah kiri. Ketiga kaki kanan itu ditarik kearah kaki kiri dan dilangkahkan kekanan sejajar dengan bahu dan untuk kembali ketitik awal atau sikap awal (mundur), lakukan seperti langkah maju
 Gerak langkah dari arahnya meliputi :
LangkahGambar
  1. A1-D1 : Langkah lurus depan kiri
  2. A2-D1 : Langkah lurus depan kanan
  3. A1-D2 : Langkah lurus mundur kiri
  4. A2-D2 : Langkah lurus mundur kanan
  5. A1-B1 : Langkah samping kiri
  6. A2-B2 : Langkah samping kanan
  7. A1-C1 : Langkah serong depan kiri
  8. A2-C2 : Langkah serong depan kanan
  9. A1-C3 : Langkah serong belakang kiri
  10. A2-C4 : Langkah serong belakang kanan
 Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut Pencak Silat di Era Globalisasi

B. Pukulan dalam pencak silat
Dalam Pencak Silat Olah Raga sesuai dengan peraturan yang ada, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pukulan adalah berbagai macam teknik serangan yang di lakukan dengan mempergunakan tangan sebagai komponennya. Segala teknik pukulan yang terdapat dalam Pencak Silat (dalam bentuk apapun) boleh dipergunakan untuk menyerang yang disahkan dalam upaya memperoleh angka. Dalam pertandingan Pencak Silat Olah Raga,t eknik pukulan yang sering dipergunakan adalah : pukulan depan,pukulan sangkol/bandul , pukulan samping dan pukulan lingkar.
  1. Pukulan lurus. Posisi tangan saat memukul lurus dan mengepal ke depan tepat di dada lawan. Pukulan ini dilakukan dengan lintasan lurus kedepan,yang mencapai hasil optimal dapat dilakukan dengan dibantu oleh pergerakan bahu putaran pinggang yang mendukung untuk pemindahan beraat badan kedepan (tangan yang menyerang).Pukulan ini dapat dilakukan dalam dua sikap tubuh yang berbeda, yaitu pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang, sejajar dengan posisi   kaki yang berada didepan (jab). Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,tidak sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (Straight)
  2. Pukulan tegak. Posisi tangan kanan memukul tegak lurus dan mengepal. Sasarannya adalah bahu atau sendi bahu bagian kanan (lawan yang dengan kita yang saling berhadapan, jadi sama saja dengan bahu sebelah kiri yang menjadi sasaran).
  3. Pukulan bandul. Pukulan yang diambil dari bawah dengan sasaran tepat ke arah ulu hati. Pukulan bandul merupakan pukulan yang dilakukan dengan posisi tangan ditekuk (90 %).Lintasan pukulan adalah diayun dari bawah ke atas.Pukulan ini dapat dilaksanakan dengan posisi kaki yang bervariasi, baik dengan posisi kaki depan sejajar dengan tangan yang dipergunakan untuk menyerang maupun tidak.
  4. Pukulan melingkar. Pukulan berbentuk lingkaran dengan sasaran ke arah pinggang lawan. merupakan pukulan yang dilakukan dengan lintasan pukulan dari arah samping luat tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat. Untuk mendukung tercapainya hasil optimal dari pukulan lingkar ini,harus di dukung dengan pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan arah pukulan.hal ini akan menambah bobot dengan adanya dorongan berat badan pesilat ke tangannya.

C. Tangkisan
Tangkisan adalah suatu teknik untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan tindakan menahan serangan lawan dengan tangan, kaki dan tubuh. Contoh tangkisan antara lain tangkisan luar, dalam, atas dan bawah.
  1. Tangkisan Dalam adalah teknik menangkis dalam pencak silat dengan gerakan tangkisan dari luar ke dalam sejajar dengan bahu.
  2. Tangkisan Luar. adalah adalah kebalikan dari tangkisan dalam, yaitu tangkisan dari dalam ke luar sejajar dengan bahu.
  3. Tangkisan Atas adalah bentuk tangkisan dari bawah ke atas, berfungsi untuk melindungi kepala dari serangan lawan.
  4. Tangkisan Bawah adalah tangkisan dalam pencak silat yang dilakukan dengan gerakan tangan dari atas ke bawah

D. Tendangan
Dalam pencak silat, serangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan kaki. Serangan kaki lebih dikenal dengan tendangan. Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerang. Teknik-teknik tendangan yang terdapat dalam Pencak Silat pada prinsipnya dpat dipergunakan untuk menyerang dalam pertandingan pencak silat olah raga. namun sebagaimana halnya dengan pukulan,tidak semua teknik tendangan dapat dipergunakan dan pertandingan,berdasarkan efesiensi pelaksanaan teknik tendangan dan efektifitas untuk memperoleh angka serta keselamatan yang melakukan tendangan tersebut. Berikut adalah uraian teknik dasar tendangan:
  1. Tendangan lurus, yaitu tendangan yang menggunakan ujung kaki dengan tungkai lurus. Tendangan ini mengarah ke depan pada sasaran dengan meluruskan tungkai sampai ujung kaki. Bagian kaki yang kena saat menendang adalah pangkal bagian dalam jari-jari kaki. Posisi badan menghadap ke sasaran.
  2. Tendangan tusuk hampir sama dengan tendangan lurus, yakni mengarah ke depan, namun perkenaannya adalah ujung jari-jari kaki.
  3. Tendangan jejak disebut juga dorongan telapak kaki. Tendangan ini mengarah ke depan yang sifatnya mendorong ke sasaran dada dengan perkenaan telapak kaki penuh.
  4. Tendangan T hampir sama dengan tendangan lurus, yakni menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke depan dan perkenaannya pada tumit, telapak kaki, dan sisi luar telapak kaki. Tendangan ini biasanya digunakan untuk serangan samping dengan sasaran seluruh bagian tubuh. Tendangan celorong hampir sama dengan tendangan T, tapi dilakukan sambil merebahkan badan.Tendangan kepret dilakukan ke arah depan dan samping dengan kenaan punggung kaki
  5. Tendangan belakang dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke belakang tubuh dan membelakangi lawan. Tendangan ini bisa dilakukan dengan atau tanpa melihat sasaran. Sasarannya, yaitu seluruh bagian tubuh.
  6. Tendangan kuda dilakukan dengan menggunakan dua kaki dalam posisi menutup atau membuka. Lintasannya lurus ke belakang dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  7. Tendangan taji dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai dengan kenaan tumit. Lintasannya ke arah belakang.
  8. Tendangan sabit dilakukan dalam lintasan setengah lingkaran. Perkenaannya, yaitu bagian punggung telapak kaki atau pangkal jari telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh

Sebelumnya kamu telah belajar tendangan lurus, tusuk, jejak, T, celorong, kepret, belakang, kuda, taji, dan sabit. Sekarang kamu akan belajar tendangan baling, baling setengah, hentak bawah, sapuan, sabetan, besetan, dengkulan, guntingan, Amati gambar berikut dan baca penjelasannya.
  1. Tendangan baling, dilakukan dengan cara melingkar ke arah luar dan posisi tubuh berputar. Perkenaannya, yaitu tumit luar dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  2. Tendangan baling setengah mirip dengan tendangan baling, hanya saja posisi tubuh tidak berputar. Sasarannya, yaitu seluruh bagian tubuh.
  3. Hentak bawah merupakan serangan yang menggunakan telapak kaki menghadap keluar. Serangan kaki ini dilaksanakan dengan posisi badan direbahkan dan bertujuan untuk mematahkan persendian kaki.
  4. Sapuan adalah serangan menyapu kaki dengan lintasan dari luar ke dalam dan bertujuan menjatuhkan lawan. Ada dua jenis sapuan, yaitu sapuan tegak dan sapuan rebah. Sapuan tegak mengarah ke mata kaki, sedangkan sapuan rebah mengarah ke betis bawa
  5. Sabetan merupakan serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering. Sasarannya adalah betis dengan lintasan dari luar ke dalam.
  6. Besetan adalah serangan menjatuhkan lawan dengan cara menyasar betis. Lintasannya yaitu dari luar ke dalam dan arah sasaran betis bagian belakang.
  7. Dengkulan adalah serangan menggunakan dengkul/lutut sebagai alat penyerangan dengan sasaran dada dan pinggang belakang.
  8. Guntingan adalah teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan kedua tungkai kaki pada sasasan leher, pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan jatuh. Berdasarkan arah geraknya, ada dua jenis guntingan, yaitu guntingan luar dan guntingan dalam.
LihatTutupKomentar